Archive for the ‘Nasional’ Category

Pixie Lott Rilis Lini Busana

Thursday, March 11th, 2010

PELANTUN "Mama Do" Pixie Lott nampaknya melengkapi jajaran selebriti yang mencoba peruntungan di dunia bisnis. Penyanyi berusia 19 tahun ini telah bekerja sama dengan merek Inggris Lipsy untuk merilis lini busana dengan inspirasinya sendiri yang unik.

"Saya selalu menjadi penggemar berat Lipsy. Saya sangat menyukai merek itu dan ingin membuat lini sendiri, dan aku sedang asyik bekerja dengan sebuah tim kreatif yang berbakat," ungkapnya yang dikutip Femalefirst, Kamis (11/3/2010).

Koleksi rancangan Pixie dari merek Lipsy memiliki dua penampilan berbeda yang bertajuk -Pixie Festival and Pixie Party.

Dengan gaya vintage, gaun katun, denim, gaun berumbai, dan maxi rompi melengkapi merek Pixie Festival. Sementara Pixie Party terdiri dari gaun sifon berlapis-lapis yang seksi, cetakan hewan berukuran besar dan gaun bertahta rompi.

CEO Lipsy Jeremy Stakol mengungkapkan tentang kolaborasinya bersama Pixie, "Pixie sering menelurkan ide-ide tentang fashion, memahami produk, dan memiliki gaya uniknya tersendiri. Dia adalah apa yang Lipsy inginkan mengenai semua tentang mode, kita benar-benar senang dapat bekerja sama dengannya, dan percaya karyanya itu akan menjadi bagian dari daftar belanja setiap gadis."

Lini busana Pixie Lott akan diluncurkan di Inggris, bulan depan.
(nsa)

Rini ‘Idol’ Doyan Gonta-ganti Penampilan

Wednesday, March 10th, 2010

RINI 'Idol' termasuk seleb yang peduli pada penampilan. Bahkan, demi tampil up to date kekasih Anji 'Drive' itu tampil percaya diri (pede) meski sering bergonta-ganti penampilan.

"Aku pede saja dengan perubahan, karena memang tidak terlalu banyak. Aku rasa enak-enak saja, karena bawaan dari sendiri. Kalau kita pakai baju kelihatan nyaman kan enak saja," ungkap Rini saat ditemui di Studio RCTI, Jakarta, Rabu (10/3/2010).

Sebagai publik figur, Rini mengerti betul pentingnya menjaga penampilan. Demi menonjolkan penampilannya, Rini menyesuaikan bentuk tubuh dengan busana yang dikenakan.

"Sejak dulu ada perubahan gaya. Lebih ke masa kini. Aku gak tahu model apa, tetapi konsep aku memang ketat. Porsi tubuh aku kecil jadi aku enggak mau terlalu kelihatan kecil banget. Aku juga enggak suka yang terlalu seksi dan terbuka," terangnya.

Meski begitu, saat pertama kali mengikuti audisi ajang pencarian bakat, Rini justru tak pernah meminta bantuan stylish yang membantunya tampil gaya.

"Pertamanya audisi enggak ada stylish, pakai baju yang ada saja. Waktu dulu aku enggak terlalu ngerti fesyen, tetapi kalau sekarang karena memang tuntutan jadi harus dianggarin. Selain belum ngerti, juga keterbatasan obyek, tempat, dan juga kantong. Semua serba keterbatasan, jadi yang ada saja," terang penggila belanja untuk keperluan fesyen itu.

Setelah tenar, Rini akhirnya meminta bantuan stylish untuk mencocokkan gaya busana yang akan dikenakannya.

"Awalnya aku terima tapi sekarang lebih kepada sharing. Misalnya pakai gini pas gak. Untungya kita kesini makin satu visi, bisa matching," akunya.

Beruntung, kepiawaian Rini mengubah penampilan dalam berbagai kesempatan didukung sang kekasih.

"Ya pakai apapun enggak pernah komplain. Enggak ribet, cuma kadang kalau pakai yang terlalu pendek, selalu ingetin. Tetapi gak pernah ngelarang dan menyerahkan sepenuhnya selama aku percaya diri. Tapi aku tahu menempatkan harus pakai baju yang mana untuk di mana," tukasnya seraya mengungkapkan Anji senang dengan penampilan cuek atau saat dia tengah bergaya wanita.
(nsa)

Penghargaan Khusus bagi Alexander McQueen

Monday, March 8th, 2010

BAGI dunia mode, Alexander McQueen merupakan desainer jenius yang telah memberi kontribusi  besar sepanjang kariernya. Dia mendobrak batas dan menjadikan napas avant-garde sebagai nilai tambah bagi koleksi ready-to-wear.

Untuk itu, wajar bila Brit Insurance Design Awards memberinya penghargaan khusus, terutama untuk koleksi spring/summer 2010 yang dianggap sebagai koleksi terbaik. Koleksi musim semi dan musim panas 2010 besutan McQueen mendapat penghargaan Top Design Award dari Brit Insurance Design Awards.

Penghargaan tersebut akan diumumkan pada malam anugerah Brit Insurance Design Awards 2010 yang akan dilangsungkan pada 16 Maret Mendatang.

Alexander McQueen merupakan salah satu pemenang dari tubuh kategori di Brit Insurance Design Awards. Selain itu, McQueen juga merupakan nominasi Design of the Year 2010 dari British Fashion Awards.
 
“Ketujuh pemenang yang akan kami umumkan pada tanggal 16 Maret mendatang telah menunjukkan rancangan luar biasa selama satu tahun terakhir sekaligus mampu merefleksikan pengaruh penting sebuah desain dalam kehidupan masyarakat,” ujar dewan juri Brit Insurance Design Awards Antony Gormley dalam wawancaranya dengan BBC.
(Koran SI/Koran SI/nsa)

Menguak Persepsi Pria tentang Wanita Seksi

Sunday, March 7th, 2010

UMUMNYA wanita selalu memiliki imej seksi di mata pria. Padahal, tidak semua pria menilai wanita hanya dari kemolekan tubuhnya. Banyak hal di luar faktor fisik yang tak kalah penting untuk dijadikan penilaian. Bahkan, hal-hal kecil yang tidak pernah wanita sangka, bisa menaklukkan pria. Apa saja?

Seperti halnya kaum hawa, pria pun menyimpan persepsi berbeda tentang sosok seksi. Dalam arti, tidak semua pria menilai wanita berdasarkan fisik semata.

Ingin tahu apa saja persepsi pria seputar wanita seksi? Pemaparan dari Women's Health berikut bisa menjawabnya:

Usai berolahraga

Anda berpikir diri Anda lebih diinginkan kaum pria, saat tampil cantik dengan make up dan busana elegan? Ternyata, jawabannya tidak.

Meski tanpa make up dan parfum, wanita yang baru saja pulang dari gym atau  berolahraga dengan balutan kaus, satu set sport bra, dan celana training dapat menarik perhatian pria jauh lebih besar dibandingkan ketika ia tampil dengan make up.

Kendati Anda merasa tubuh penuh keringat, dan tidak sedap dipandang, namun nyatanya pria memiliki pandangan lain. Wanita yang terlihat natural usai berolah tubuh, justru dapat begitu seksi dan sensual di mata pria. Wow!

Saat makan dengan lahap

Satu-satunya hal yang dianggap seksi di mata pria dari seorang wanita bukan melulu soal penampilan atau bentuk tubuh yang "menggoda". Namun, tahukah Anda bahwa pria juga menganggap seorang wanita seksi saat dia tengah makan lahap dan menghabiskan hingga bersih?

Di mata pria, semangat wanita saat menghabiskan makanannya menunjukkan "nafsu" yang tak terpuaskan. Sehingga bisa mendatangkan kenikmatan tersendiri di mata pria. Bahkan, ada pria yang melihatnya sebagai salah satu sisi sensualitas dari seorang wanita.

Sifat mandiri

Ketika perjalanan berkemah dengan si dia dan teman-temannya, Anda tak segan untuk membantu mengumpulkan kayu dan menyalakan api unggun, sementara kaum pria masih bergulat dengan tenda. Atau ketika Anda memperbaiki komputer, meski ini merupakan pekerjaan pria. 

Saat Anda menunjukkan sifat mandiri seperti itu, maka meluluhkan pria untuk semakin menginginkan Anda jadi miliknya.

Cara Anda mendekati anak-anak

Jika pasangan belum yakin benar akan membawa hubungan asmara ke jenjang pernikahan, maka percaya atau tidak, ini bisa saja berubah saat dia melihat sikap Anda menghadapi anak-anak.

Saat kehangatan dan kasih sayang Anda terpancar tulus kepada anak-anak, dengan berbagi cerita dan menjadi sosok yang disukai, maka sulit bagi pria untuk tidak menyunggingkan senyum di wajahnya dan berpikir bahwa Anda adalah wanita yang tepat untuk menjadi ibu dari anak-anaknya kelak.
(nsa)

Cara Mudah Bawa Pospak saat Bepergian

Saturday, March 6th, 2010

BEPERGIAN bersama bayi memang harus siap repot! Belum lagi kalau melongok isi tas, penuh dengan segala perlengkapannya mulai dari susu, pakaian, celana, tisu, dan tentu saja yang tak boleh ketinggalan, pospak!

Ya, pospak (popok sekali pakai) bisa menjadi pilihan tepat selama bepergian. Mungkin ada beberapa Moms yang kesulitan mengganti pospak saat si kecil pipis atau "pup".

Agar Anda tidak sampai mengalami kejadian lupa menaruh pospak yang telah disiapkan, tip praktis dari berikut bisa diikuti:

Rumah Sakit

Jika tujuan ke rumah sakit hanya untuk kontrol rutin ke dokter, bawaan tak perlu seperti orang "pindahan" dong. Perkirakan waktunya, misalnya dua jam akan dihabiskan di rumah sakit.

Nah, pospak yang dibawa sebaiknya 2–3 buah saja. Masukkan ke dalam tas pribadi Moms satu buah, hingga sewaktu-waktu bisa langsung diambil saat dibutuhkan. Sisanya, masukkan ke dalam tas bayi (baby bag).

Tapi jangan dimasukkan saja tanpa "diparkir" dengan benar. Kalau ada kantong khusus di dalam atau di luar tas bayi, sebaiknya simpan popok itu di sana.

Saat ke Mal

Memilih pospak sebaiknya juga disesuaikan dengan usia si kecil. Kalau hendak mengajak si kecil ke mal dengan waktu yang cukup lama -misal untuk belanja bulanan kemudian dilanjutkan dengan acara arisan-, maka sebaiknya sediakan pospak sedikit lebih banyak. Yaitu sekitar 3–5 buah pospak.

Carilah pospak yang berbahan lembut agar si kecil nyaman dan tidak rewel sewaktu berada di mal. Yang terpenting, jangan menunggu pospak "penuh" kemudian baru diganti. Begitu melihat gelagat si kecil mulai aneh, coba cek apakah pospaknya sudah harus diganti atau belum.

Perjalanan ke Luar Kota

Jika hendak pergi ke luar kota dengan waktu lumayan lama, misalnya mudik atau sekadar berlibur, pospak yang dibawa banyak banget dong? Tergantung, Moms mau pergi ke mana? Apakah di tempat tujuan kira-kira mudah mencari pospak yang biasa dipakai si kecil? Bila ya, mungkin Moms bisa membelinya sesampainya di sana.

Tapi jika tidak, Moms memang harus bersiap-siap membawa pospak dari rumah dalam jumlah yang lebih banyak. Siapkan pospak dalam satu tempat terpisah dengan perlengkapan lainnya. Ini memudahkan Moms saat mencari pospak sehingga tidak perlu mencari sambil mengaduk isi tas.

Mau membawa satu bungkus besar boleh-boleh saja. Karena ini adalah perjalanan jauh, jadi Moms bisa sekalian menyetok dan tak perlu repot mencari minimarket jika si pospak habis. Atau, agar si pospak tak tercecer, simpan ke dalam diaper bag.(Mom& Kiddie//nsa)

3 Aturan Penting Jalin Hubungan Baru

Friday, March 5th, 2010

Pose Seksi Daria Werbowy Isap Cerutu

Thursday, March 4th, 2010
MAJALAH fesyen V selalu terdepan dalam urusan mengekspos keseksian para supermodel. Kini giliran model asal Kanada, Daria Werbowy yang pamer aksi untuk majalah ternama ini. Dengan gayanya yang luar biasa, model seksi ini beraksi dengan menghisap cerutu.

Daria Werbowy tampil menggoda menghiasi majalah V. Tampil bak wanita liar yang siap merayu setiap mata pria, Daria menyelipkan sebatang cerutu di mulutnya. Demikian berita dari The Sun, Kamis (4/3/2010).

Seperti yang kita ketahui, wanita dengan cerutu adalah pemandangan yang cukup menakutkan. Tapi bagi Daria, kegiatan ini adalah hal yang sangat menyenangkan. Ia terlihat tak melepaskan cerutu yang berada dalam genggamannya selama sesi pemotretan berlangsung. Konon, pose seksi Daria terinpirasi dari aktris legendaris Meksiko, Maria Felix yang juga dikenal sebagai La Dona, yang merupakan ikon perfilman Meksiko.

Maria Felix sendiri terkenal dengan ciri khasnya yang sangat menonjol, yakni selalu mengenakan topi besar dan bergaya dengan perhiasan dalam ukuran cukup besar. Kali ini, terlihat jelas Daria berhasil mencontek gaya sang legendaris.

Rencananya, pose-pose sensual Daria menghiasi 10 halaman majalah V. Dalam foto bernuansa hitam dan putih, Daria tampil mengenakan mini dress berwarna hitam sambil mengangkat gaunnya. Mengenakan sebuah topi hitam ukuran besar, Daria terlihat memegang cerutu dengan gaya yang begitu khas.

Pose lain yang cukup menggoda, saat bergaya dengan posisi duduk santai, Daria membiarkan kemejanya warna putih terbuka. Alhasil, bra hitam yang menutupi payudaranya terlihat jelas di antara kemeja yang ia kenakan.

Pose andalan yang tak kalah sensual, saat Daria tampil bak wanita Meksiko, mengenakan topi hitam sambil memegang cerutu dengan tumpukan hiasan berupa jam dan gelang yang mempercantik tangannya. Pose menggoda ini terlihat sempurna besutan fotografer fesyen, Mario Testino.

Penasaran melihat pose cantik Daria? Kita tunggu hasilnya!

Waspadai Infeksi di Rumah Sakit

Monday, March 1st, 2010

 
Sebuah penelitian terbaru menyebutkan, setiap tahunnya 48.000 orang di Amerika Serikat meninggal karena hal tersebut, umumnya karena keracunan darah atau penyakit pneumonia. Jenis infeksi rumah sakit yang paling umum adalah infeksi nosokomial.
 
Diperkirakan, sepertiga dari 1,7 juta infeksi di Amerika Serikat merupakan infeksi nosokomial. Di negara berkembang diperkirakan lebih dari 40 persen pasien di rumah sakit terserang infeksi nosokomial. Sementara di seluruh dunia diperkirakan kasus infeksi ini rata-rata menimpa 9 persen, dari 1,4 juta pasien rawat inap.
 
“Kenyataan ini sangat mengejutkan dan seharusnya tidak terjadi,” kata Ramanan Laxminarayan PhD MPH, anggota senior lembaga penelitian Resources for the Future di Washington DC, Amerika Serikat, yang melakukan penelitian tersebut seperti dikutip Webmd.

Infeksi terkait sarana pelayanan kesehatan adalah tantangan yang serius, karena hal itu dapat menyebabkan kematian, baik langsung maupun tidak langsung serta menjadikan pasien dirawat lebih lama dan memakan biaya lebih mahal. Terlebih, keadaan sosial-ekonomi Indonesia kurang menguntungkan.
 
Indikasi atau alasan pasien dirawat semakin ketat.
Pasien yang datang dalam keadaan parah perlu lebih lama dirawat sehingga lebih banyak membutuhkan tindakan invasif (tindakan yang masuk pada kulit atau lubang tubuh). Lemahnya daya tahan dan kecenderungan tindakan invasif tersebut memudahkan masuknya kuman penyebab infeksi.

Menurut Laxminarayan, ketika seorang pasien masuk rumah sakit untuk penyakit lain dan meninggal karena radang paru-paru atau pneumonia, itu mungkin tidak membuat keluarganya berpikir bahwa itu sebuah kesalahan. Tetapi kalau pasien yang sama pergi ke rumah sakit, lalu tercemar darah yang mengandung HIV, maka tanggapannya pasti akan sangat berbeda.

Begitu berbahayanya, infeksi ini telah membunuh warga Amerika Serikat tiga kali lebih banyak dibandingkan akibat virus HIV. Namun, data tersebut hanya melihat dari permukaan masalah saja. Hal itu karena sangat sulit memisahkan persoalan lain seperti kehidupan mereka, kesakitan, dan keuangan–dari kasus yang disebabkan penyakit dan cedera orang-orang yang datang awal ke sebuah rumah sakit.

Laxminarayan dan rekan penelitinya menganalisis data administratif, yang diperoleh dari database secara nasional mengenai catatan rumah sakit dari 69 juta penduduk tetap Amerika Serikat di 40 negara bagian pada 1998–2006. Hasilnya, setiap tahunnya 48.000 orang di Amerika Serikat meninggal karena infeksi di rumah sakit.

Penelitian ini fokus hanya pada infeksi yang diperoleh pasien di rumah sakit, dan bukan infeksi yang ditularkan di komunitasnya. Sebagian besar infeksi tersebut berasal dari penggunaan alat kateter dan ventilator. Beberapa jenis kuman dan bakteri yang ditemukan merupakan jenis yang sudah lama diketahui, tetapi sebagian merupakan kuman jenis baru, seperti MRSA yang disebut juga sebagai superbug atau “kuman super”.

Peneliti dari Johns Hopkins University, Peter J Pronovost MD PhD, yang merupakan pakar soal infeksi di rumah sakit, mengatakan bahwa studi yang dilakukan Laxminarayan dan rekan-rekan akhirnya memberikan tamparan keras kepada rumah sakit yang sering kali “ngeyel” terhadap persoalan ini. Padahal, sudah bertahun-tahun masalah ini mengemuka.
 
”Kematian para penderita tidak terlihat. Masyarakat juga tidak tahu. Kejadian (infeksi) terjadi dalam satu waktu, diam-diam, dan pasien tidak sadar mereka telah terinfeksi,” kata Pronovost. ”Namun, kita tahu dari penelitian soal ini bahwa ini bukan perkara biasa,” tambahnya.

Dari studi yang dilansir awal bulan ini, Pronovost dan kolega kampusnya menunjukkan bahwa hanya dengan mencatat prosedur keamanan sederhana di rumah sakit yang telah terpenuhi, serta menekankan pada kerja sama tim yang solid mulai bawahan seperti asisten perawat, hingga yang pimpinan teratas semisal dokter bedah senior, angka penderita infeksi rumah sakit dapat diturunkan hingga hampir nol kasus.

Namun, hal itu juga bukan hanya bergantung pada para tenaga medis di rumah sakit. Anda dan keluarga Anda saat berkunjung ke rumah sakit juga dapat melakukan banyak hal untuk mencegah kejadian infeksi yang mematikan tersebut hinggap di tubuh Anda. Pronovost menyebutkan sejumlah hal. Perlu diketahui bahwa beberapa item ini dapat membantu Anda memutuskan rumah sakit mana yang harus dikunjungi untuk pertama kalinya.
 
Pertama, tanyalah seorang dokter di rumah sakit tersebut berapa tingkat infeksi yang menyerang pembuluh darah. Jumlahnya harus atau di bawah dari satu infeksi per 1.000 kateter per hari. Tanyakan juga, apakah rumah sakit itu telah berpartisipasi dengan program nasional pencegahan infeksi ini. Lebih baik Anda memilih yang sudah berpartisipasi.

Minta juga apa-apa saja prasyarat prosedur keamanan sederhana di rumah sakit yang telah terpenuhi dan yang belum. Tanyakan juga apakah petugas medis di sana telah mencuci tangannya sebelum masuk ruangan pasien. Jika Anda menggunakan kateter, informasikan kepada perawat kapan Anda masih memerlukan alat tersebut atau tidak perlu lagi. Kateter sangat rawan akan infeksi.

Pronovost menyatakan jika rumah sakit memang memiliki niat baik untuk menyehatkan masyarakat, tentu saja penting bagi mereka untuk menjaga agar pasien infeksi tidak terus bertambah. Apabila pihak rumah sakit tidak juga mau memberikan data jumlah penderita infeksi, tidak salah kalau niat mereka diragukan.

“Ini seperti membuat resolusi Tahun Baru untuk mengurangi berat badan atau diet. Ini tentu saja tidak efektif jika Anda hanya menimbang berat badan sepanjang tahun,” katanya. Sekarang setelah tahu besarnya cakupan masalah yang ditimbulkan, Laxminarayan mengimbau pemerintah sebuah negara, khususnya Amerika Serikat, tidak menganggap remeh hal ini dan segera menyusun program upaya pencegahan yang serius dan sporadis seperti halnya kampanye anti-AIDS.

”Masyarakat harus menyuarakan ini,” tuturnya. “Tidak ada yang bisa membantah bahwa pasien ke rumah sakit harus berada pada risiko minimal. Banyak dari infeksi tersebut dapat dicegah, dan tidak ada alasan untuk tidak melakukan hal itu,” tegas Laxminarayan.
(Koran SI/Koran SI/tty)

Warna-warni Indonesia di Negeri Sakura

Sunday, February 28th, 2010


Acara bertajuk ”Colors of Indonesia” itu merupakan kerja sama antara Yayasan Sulam Indonesia (YSI) dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, beserta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo. Ketua YSI Trisna Jero Wacik mengatakan, acara yang baru pertama kali diadakan YSI itu tidak disangka akan mendapat respons begitu bagus dari masyarakat Jepang.
 
”Kami baru pertama kali mengadakan acara ini di Jepang, dan responsnya sangat positif. Padahal, tadinya kami sempat khawatir karena masyarakat Jepang sangat kritis terhadap kualitas, tapi ternyata mode dan produk kerajinan Indonesia bisa memenuhi ekspektasi kualitas yang tinggi di Jepang,” ujar Trisna dalam acara ”Colors of Indonesia” yang dihelat di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Keterkejutan serupa juga diungkapkan Didi Budiardjo, seorang desainer yang ikut mempresentasikan koleksinya di KBRI Tokyo pada 13-14 Februari lalu. ”Saya merasa terharu karena respons mereka begitu spontan dan sangat menghargai budaya Indonesia. Saya malah sudah mendapat beberapa undangan untuk kembali menampilkan koleksi dari sekolah mode, juga yayasan asosiasi Indonesia-Jepang,” kata Didi.

Di Jepang, tepatnya di KBRI Tokyo, YSI menggelar pameran kain tradisional, kerajinan sulam, dan perhiasan etnik, juga fashion show ”Colors of Indonesia” dari Thomas Sigar dan Didi Budiardjo. Untuk acara tersebut, Thomas memboyong kain tenun Minahasa yang hampir hilang tergerus waktu. Selain memamerkan kain-kain cantik bermotif kuno yang berusia ribuan tahun, Thomas juga menyuguhkan ragam busana kontemporer bermaterialkan kain etnik. Ada tiga motif yang ditampilkan Thomas dalam pergelaran tersebut. Yakni, motif Pinawetengan, motif Pina Tembega, dan motif Pina Bia.
 
”Motif ini kami modifikasi menjadi motif-motif asli Minahasa yang kami sebut sebagai motif Pinatikan,” tuturnya.
 
Thomas menjelaskan, Tembega merupakan perhiasan asli Minahasa yang motifnya dimasukkan ke dalam kain. ”Pada zaman dulu tembaga menjadi kekuatan ketika berperang. Saat itu, wanita memegang peranan penting,” sebut Thomas, yang dalam acara tersebut membawa tulang gigi babi rusa sebagai hiasan kepala.
 
”Tulang itu merupakan lambang keperkasaan saat berperang,” imbuhnya.
 
Adapun untuk motif Pina Bia, lanjut Thomas, bia berarti ”kerang”. ”Minahasa terkenal sekali dengan pesisirnya, di sana kerang-kerang menjadi salah satu andalan Minahasa untuk menarik wisatawan. Itu kami tampilkan juga dalam motif Pina Bia,” jelasnya.
 
Di tangan Thomas, kain tenun Pinawetengan, Pina Tembega, dan Pina Bia dari Minahasa berevolusi menjadi gaun-gaun apik bergaya kini yang dipercantik dengan aksen draperi, pita, dan teknik origami. Beberapa gaun hadir berpotongan pendek untuk menunjukkan sisi modern, sementara sebuah gaun hadir dalam potongan kimono yang dipasangkan dengan kimono bergaya maskulin untuk pria.

Napas feminin ditiupkan Thomas melalui aksen smock, volume, serta gelepai anggun. Lainnya, perancang yang bekerja sama dengan PT Bilina Bina Cendekia (BBC) untuk menghidupkan kembali kain tenun Minahasa itu memberikan coat transparan atau potongan berpunggung terbuka untuk menyelipkan gaya urban dalam koleksi etnik-kontemporer miliknya.


Kontras dengan rancangan Thomas yang berkesan anggun, Didi Budiardjo justru mendobrak tradisi dengan menyajikan motif batik klasik dalam gaya ”rebel” ala Harajuku.
 
”Ada yang menarik dengan mengombinasikan gaya Jepang yang rebelious dengan citra klasik batik,” sebut Didi, yang mempersembahkan tiga tema untuk khalayak mode Jepang, Gosuloli, Apokayan, dan koleksi serbaputih yang terinspirasi dari baju Bugis. Koleksi pertama yang bertema Gosuloli, menurut Didi, merupakan singkatan dari Gothic Lolita, salah satu gaya Harajuku yang digemari kaum muda Jepang.
 
”Gotik identik dengan warna gelap, sementara lolita itu manis seperti busana anak-anak. Saya menggunakan batik sogan dari Yogyakarta yang memang berwarna gelap dan mengemasnya dalam napas muda,” papar Didi, yang mengetengahkan sequin, bulu berwarna-warni, serta potongan ala cape untuk melengkapi koleksinya yang didominasi mini dress.

Tema kedua, Apokayan, dijelaskan Didi, diadaptasinya dari budaya suku Dayak Kenyah yang tinggal di sekitar Sungai Kayan, Kalimantan. Karenanya, tidak heran bila Didi banyak menampilkan seni merangkai manik-manik dengan palet cerah yang memang merupakan ciri khas suku Dayak.
 
”Untuk kain, saya banyak menggunakan kain tenun ikat yang sudah saya olah,” tuturnya. Ada yang unik dari seri Apokayan besutan Didi.
 
Para modelnya yang dibalut gaun bernapas etnik tampil dengan helm bergaya futuristik dari peniti. Didi mengatakan, helm tersebut merupakan simbol pelindung. ”Peniti itu kan safety pin, begitu juga helm yang melindungi kepala. Itu adalah simbol perlindungan dari budaya asing yang merangsek masuk ke dalam budaya kita,” tuturnya.
 
Terakhir, rancangan ketiga yang tampil serbaputih merupakan koleksi Didi untuk Paris Pret-a-Porter Spring/Summer 2010. ”Inspirasi bajunya dari baju bodho. Jadi geometrikal bentuknya,” kata dia, sembari menyebut tenunan dalam koleksinya merupakan paduan dari tenun Majalaya, tenun Bugis, dan tenun Jepara. Didi menambahkan, koleksi terakhirnya bertema ”Suatu Ketika di Timur”.

Menurut dia, rancangan tersebut diilhami kedatangan James Brooke ke Makassar, Sulawesi Selatan, sekitar satu setengah abad silam. Saat itu, orang Bugis menanyakan pada Brooke bagaimana kabar Napoleon setelah digulingkan. ”Ini sesuatu yang menarik karena tahun segitu orang sudah peduli akan isu-isu internasional. Dan, kebetulan saya bawa ke Paris sehingga saya pikir Makassar dan Prancis itu bisa menyatu,” ujarnya.
(Koran SI/Koran SI/tty)

Bokong Seksi, Sulutkan Gairah Pria

Saturday, February 27th, 2010

SELAIN payudara, paha, dan Miss V, ada bagian lain dari tubuh wanita yang paling menggoda, yaitu bokong. Itulah sebabnya ketika seorang wanita memakai rok mini atau celana ketat, semua mata pria pasti tak berkedip mengikuti lenggak-lenggok gumpalan padat bercelah nan indah itu.

Terlebih, bila yang memiliki bokong indah ini adalah wanita dengan dengan tubuh yang aduhai dan paras yang rupawan.

Menurut Riri&Yoez dalam bukunya ’69 Tip dan Trik Menggapai Kenikmatan Seks’, bokong berfungsi sebagai bantalan tubuh saat sedang duduk. Namun bokong dianggap memiliki daya tarik seksual yang luar biasa. Selain organ seks utama, Miss V.

Pria juga kerap memfokuskan perhatiannya ke bagian-bagian yang justru tampak dari luar. Busana ketat yang dipakai wanita baik itu kaus atau kemeja, makin menambah aksentuasi indahnya bokong dan tentu saja menjadi pusat perhatian pria.

Karena keketatannya maka dua bulatan indah itu otomatis tersembul, apalagi dipertegas dengan garis celana dalam yang berbentuk segitiga makin membuat wanita terlihat begitu seksi dan menggairahkan di hadapan kaum adam.
 
Bagi kebanyakan pria, bokong menjadi bahan fantasi seksual yang tak kalah menggairahkannya dibanding payudara. Bagi wanita, bokong merupakan senjata andalan guna menarik perhatian kaum adam.

Pendapat yang mengatakan bahwa pria sangat bergairah dengan wanita yang memiliki bokong bulat dan padat menjadi acuan bagi wanita untuk mengekspos area yang satu ini, caranya dengan mengenakan busana serbamini atau superketat.

Bentuk padat dan press body itulah yang seringkali membuat jantung pria bergedup kencang.

Bagaimana, siap menggoda pasangan dengan bokong padat Anda?
(nsa)