Posts Tagged ‘Ada’

Warna-warni Indonesia di Negeri Sakura

Sunday, February 28th, 2010


Acara bertajuk ”Colors of Indonesia” itu merupakan kerja sama antara Yayasan Sulam Indonesia (YSI) dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, beserta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo. Ketua YSI Trisna Jero Wacik mengatakan, acara yang baru pertama kali diadakan YSI itu tidak disangka akan mendapat respons begitu bagus dari masyarakat Jepang.
 
”Kami baru pertama kali mengadakan acara ini di Jepang, dan responsnya sangat positif. Padahal, tadinya kami sempat khawatir karena masyarakat Jepang sangat kritis terhadap kualitas, tapi ternyata mode dan produk kerajinan Indonesia bisa memenuhi ekspektasi kualitas yang tinggi di Jepang,” ujar Trisna dalam acara ”Colors of Indonesia” yang dihelat di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Keterkejutan serupa juga diungkapkan Didi Budiardjo, seorang desainer yang ikut mempresentasikan koleksinya di KBRI Tokyo pada 13-14 Februari lalu. ”Saya merasa terharu karena respons mereka begitu spontan dan sangat menghargai budaya Indonesia. Saya malah sudah mendapat beberapa undangan untuk kembali menampilkan koleksi dari sekolah mode, juga yayasan asosiasi Indonesia-Jepang,” kata Didi.

Di Jepang, tepatnya di KBRI Tokyo, YSI menggelar pameran kain tradisional, kerajinan sulam, dan perhiasan etnik, juga fashion show ”Colors of Indonesia” dari Thomas Sigar dan Didi Budiardjo. Untuk acara tersebut, Thomas memboyong kain tenun Minahasa yang hampir hilang tergerus waktu. Selain memamerkan kain-kain cantik bermotif kuno yang berusia ribuan tahun, Thomas juga menyuguhkan ragam busana kontemporer bermaterialkan kain etnik. Ada tiga motif yang ditampilkan Thomas dalam pergelaran tersebut. Yakni, motif Pinawetengan, motif Pina Tembega, dan motif Pina Bia.
 
”Motif ini kami modifikasi menjadi motif-motif asli Minahasa yang kami sebut sebagai motif Pinatikan,” tuturnya.
 
Thomas menjelaskan, Tembega merupakan perhiasan asli Minahasa yang motifnya dimasukkan ke dalam kain. ”Pada zaman dulu tembaga menjadi kekuatan ketika berperang. Saat itu, wanita memegang peranan penting,” sebut Thomas, yang dalam acara tersebut membawa tulang gigi babi rusa sebagai hiasan kepala.
 
”Tulang itu merupakan lambang keperkasaan saat berperang,” imbuhnya.
 
Adapun untuk motif Pina Bia, lanjut Thomas, bia berarti ”kerang”. ”Minahasa terkenal sekali dengan pesisirnya, di sana kerang-kerang menjadi salah satu andalan Minahasa untuk menarik wisatawan. Itu kami tampilkan juga dalam motif Pina Bia,” jelasnya.
 
Di tangan Thomas, kain tenun Pinawetengan, Pina Tembega, dan Pina Bia dari Minahasa berevolusi menjadi gaun-gaun apik bergaya kini yang dipercantik dengan aksen draperi, pita, dan teknik origami. Beberapa gaun hadir berpotongan pendek untuk menunjukkan sisi modern, sementara sebuah gaun hadir dalam potongan kimono yang dipasangkan dengan kimono bergaya maskulin untuk pria.

Napas feminin ditiupkan Thomas melalui aksen smock, volume, serta gelepai anggun. Lainnya, perancang yang bekerja sama dengan PT Bilina Bina Cendekia (BBC) untuk menghidupkan kembali kain tenun Minahasa itu memberikan coat transparan atau potongan berpunggung terbuka untuk menyelipkan gaya urban dalam koleksi etnik-kontemporer miliknya.


Kontras dengan rancangan Thomas yang berkesan anggun, Didi Budiardjo justru mendobrak tradisi dengan menyajikan motif batik klasik dalam gaya ”rebel” ala Harajuku.
 
”Ada yang menarik dengan mengombinasikan gaya Jepang yang rebelious dengan citra klasik batik,” sebut Didi, yang mempersembahkan tiga tema untuk khalayak mode Jepang, Gosuloli, Apokayan, dan koleksi serbaputih yang terinspirasi dari baju Bugis. Koleksi pertama yang bertema Gosuloli, menurut Didi, merupakan singkatan dari Gothic Lolita, salah satu gaya Harajuku yang digemari kaum muda Jepang.
 
”Gotik identik dengan warna gelap, sementara lolita itu manis seperti busana anak-anak. Saya menggunakan batik sogan dari Yogyakarta yang memang berwarna gelap dan mengemasnya dalam napas muda,” papar Didi, yang mengetengahkan sequin, bulu berwarna-warni, serta potongan ala cape untuk melengkapi koleksinya yang didominasi mini dress.

Tema kedua, Apokayan, dijelaskan Didi, diadaptasinya dari budaya suku Dayak Kenyah yang tinggal di sekitar Sungai Kayan, Kalimantan. Karenanya, tidak heran bila Didi banyak menampilkan seni merangkai manik-manik dengan palet cerah yang memang merupakan ciri khas suku Dayak.
 
”Untuk kain, saya banyak menggunakan kain tenun ikat yang sudah saya olah,” tuturnya. Ada yang unik dari seri Apokayan besutan Didi.
 
Para modelnya yang dibalut gaun bernapas etnik tampil dengan helm bergaya futuristik dari peniti. Didi mengatakan, helm tersebut merupakan simbol pelindung. ”Peniti itu kan safety pin, begitu juga helm yang melindungi kepala. Itu adalah simbol perlindungan dari budaya asing yang merangsek masuk ke dalam budaya kita,” tuturnya.
 
Terakhir, rancangan ketiga yang tampil serbaputih merupakan koleksi Didi untuk Paris Pret-a-Porter Spring/Summer 2010. ”Inspirasi bajunya dari baju bodho. Jadi geometrikal bentuknya,” kata dia, sembari menyebut tenunan dalam koleksinya merupakan paduan dari tenun Majalaya, tenun Bugis, dan tenun Jepara. Didi menambahkan, koleksi terakhirnya bertema ”Suatu Ketika di Timur”.

Menurut dia, rancangan tersebut diilhami kedatangan James Brooke ke Makassar, Sulawesi Selatan, sekitar satu setengah abad silam. Saat itu, orang Bugis menanyakan pada Brooke bagaimana kabar Napoleon setelah digulingkan. ”Ini sesuatu yang menarik karena tahun segitu orang sudah peduli akan isu-isu internasional. Dan, kebetulan saya bawa ke Paris sehingga saya pikir Makassar dan Prancis itu bisa menyatu,” ujarnya.
(Koran SI/Koran SI/tty)

Inilah Dua Kekeliruan Seks Pria

Monday, February 15th, 2010

TERDAPAT banyak kesalahan informasi seputar apa yang bisa menghambat Anda dan pasangan memeroleh kepuasan bercinta. Saat Anda menyimpan asumsi salah tentang itu, akan sulit memberikan apa yang benar-benar diinginkan dan dibutuhkan pasangan.  
Demikian ungkap sex therapist, Brenda Schaeffer PhD yang juga penulis Is It Love or Is It Addiction? Kini, saatnya Anda mengubah asumsi tersebut. Berikut dua kekeliruan seks pria yang berguna untuk menghilangkan prasangka Anda, dikutip dari Cosmopolitan.
 
Pria ingin menyelesaikan hubungan seks secepatnya
 
Anda keliru, sebab pria tahu bahwa semakin lama mereka bisa menunda orgasme, maka semakin baik hasilnya. Alhasil, klimaks yang tercipta bisa lebih intens. Masalahnya, hal ini lebih mudah dikatakan ketimbang dilakukan.
 
“Saat seorang pria benar-benar terangsang, kemudian ditunda, akan sulit baginya untuk kembali terangsang,” kata psikolog Debra Mandel PhD, penulis buku “Healing the Sensitive Heart”.
 
Namun, wanita justru mengira jika Anda tak bisa menunda orgasme, maka Anda ingin ejakulasi sesegera mungkin. Pertanyaannya, bagaimana Anda bisa memperpanjang dan memperlama kenikmatan untuknya, juga untuk Anda?
 
Pria suka ciuman berat
 
Sebagian besar Anda pasti berpikir bahwa pria sangat menyukai French kiss, jenis ciuman yang hot. Faktanya, banyak pria justru memilih ciuman lembut dengan gerakan perlahan dan tidak membabi buta.
 
William Cane, penulis “The Art of Kissing” punya bukti aktual. Dia melakukan survei pada 50 ribu pria dan menemukan ada 30 jenis ciuman yang mereka sukai. “Salah satu ciuman terfavorit adalah sliding kiss,” kata Cane.
 
Tekniknya, awali ciuman dari pinggir bibir pasangan dengan lembut, kemudian layangkan bibir Anda melintasi pipinya, sebelum bergerak ke bawah dan menggigit lehernya.

Ada pula ciuman lip-o-suction, istilah yang diberikan Cane. Lumat bibir atas pasangan sementara tangan bermain di bokong, kemudian Anda berdua beraksi saling bergantian.
(tty)

Kematian Alexander McQueen Undang Simpati

Friday, February 12th, 2010

KEMATIAN secara tiba-tiba desainer asal Inggris Alexander McQueen telah membuat banyak orang bingung. Tak terkecuali, kaum selebriti yang telah menjadi teman baik desainer legendaris tersebut.
 
Dengan wafatnya direktur kreatif label "Alexander McQueen", banyak pesohor merasa sedih, bingung, dan simpati. Ada yang terkejut, tidak percaya, hingga berbela sungkawa.
 
Berdasarkan berita dari Showbizspy, Jumat (12/2/2010), berikut petikan ungkapan para selebriti mendengar kabar duka tersebut:
 
Kim Kardashian: "Saya baru saja tahu Alexander McQueen meninggal!!! Saya terkejut! Jadi sedih! Saya mengenakan salah satu gaunnya sekarang! Dia perancang yang begitu berbakat."
 
Kirstie Alley: "Alexander McQueen...Anda merupakan desainer besar dan dipercaya dapat membuat gadis-gadis di seluruh dunia tampak memesona..segera kembali untuk mencoba lagi!."
 
Dita Von Teese: "Beristirahatlah dalam damai, Mr McQueen."
 
Stephanie Pratt: "Tidak, tidak, tidak OMG (Oh My God) begitu sedih!."
 
Russell Simmons: "Orang baik bunuh diri. Terasa menyakitkan mendengarnya!."
 
Kelly Osbourne: "Aku sangat, sangat sedih mendengar berita tentang Lee (Alexander) McQueen! Aku hanya benar-benar tahu apa yang membuatku terkejut."
 
Rachel Zoe: "Saya tidak bisa menggambarkan kepergian secara tragis dari perancang brilian seperti Alexander McQueen. RIP (Rest In Peace)."
 
Joel Madden: "R.I.P. Alexander McQueen. Anda adalah salah satu orang terbaik. Selalu berharap bertemu dengan Anda."
 
Simon Huck: "OMG! ini sangat menyedihkan! Alexander McQueen bunuh diri! Sangat sedih..."
 
Supermodel Inggris Kate Moss menjadi salah seorang teman terdekat McQueen mengeluarkan pernyataan melalui humasnya: "Kate sangat terkejut dan hancur kehilangan teman, Lee McQueen yang sangat tragis. Kate memikirkan keluarganya pada waktu yang sedih ini. Kami juga meminta privasi Kate untuk dihormati."
 
Seperti diberitakan sebelumnya, McQueen ditemukan meninggal di apartemen mewah di Green Park, pusat Kota London, hanya beberapa hari setelah ibunya meninggal dunia. Diyakini, tewasnya McQueen lantaran gantung diri.
(nsa)

BI Medan Targetkan Kredit UKM Diatas 50 Persen

Sunday, December 27th, 2009
Medan (ANTARA News) - Bank Indonesia memperkirakan penyaluran kredit untuk usaha kecil dan menengah (UKM) di Sumut pada 2009 diatas 50 persen menyusul semakin membaiknya pertumbuhan ekonomi daerah itu.

"Hingga Oktober peyaluran kredit ke UKM sudah mencapai 49 persen dari total kredit yang disalurkan perbankan yang sebesar Rp68,29 triliun," kata Pemimpin BI Medan Gatot Sugiono, di Medan, Minggu.

Prakiraan meningkatnya kredit untuk UKM, kata dia, mengacu usaha UKM semakin berkembang dan sudah terbukti mampu bertahan pada benturan krisis ekonomi, sehingga bank semakin mempercayai pengusaha UKM itu.

"Semakin otimistis karena potensi UKM di Sumut cukup besar, mulai dari produk makanan, minuman, kerajinan hingga hasil agro," katanya.

Pada Oktober kredit untuk pengusaha UKM di Sumut sudah sebesar Rp33,41 triliun, naik sedikit dibandingkan posisi September yang masih Rp33,07 triliun dan bahkan di Juli yang sejumlah Rp31,69 triliun.

Pertumbuhan kredit untuk UKM itu semakin dinilai menggembirakan karena justru bertumbuh ditengah terjadinya penuruan penyaluran kredit secara menyeluruh di posisi Oktober.

BI masih akan terus mengimbau perbankan menyalurkan kredit lebih banyak lagi kepada pegusaha UKM meski kehati-hatian harus tetap dilakukan. Potensi UKM Sumut masih sangat besar, katanya.

Pengamat ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU), Jhon Tafbu Ritonga, mengatakan masih sebagian kecil pengusaha UKM di Sumut yang tersentuh perbankan.

Bahkan ironisnya, kata dia, yang menyentuh UKM bukannya perbankan BUMN, tetapi swasta.

"UKM masih malas ke bank, karena persyaratannya yang masih banyak dan berbelit. Jadi mereka lebih memilih rentenir dan nyatanya begitu-pun mereka masih eksis dan tetap mampu membayar bunga kredit yang cukup besar," katanya.

Menurut Jhon, potensi UKM di Sumut sangat besar, bahkan sudah mampu membantu pertumbuhan ekonomi di saat dilanda krisis.

Dia memberi contoh usaha konveksi yang sudah menembus pasar Malaysia dan Singapura, dimana sebagian besar nyatanya juga belum tersentuh kredit perbankan.

Pengrajin hasil kerajinan tangan, Linda, menyebutkan, pengrajin masih kesulitan bahkan cenderung enggan menggunakan jasa bank karena birokrasi yang berbelit termasuk soal agunan untuk mendapatkan kredit.

Padahal, kata dia, bank bisa menjadikan usaha UKM itu sebagai agunan, sehingga tidak perlu harus ada surat tanah atau rumah yang menjadi jaminan.

"Ada juga bank yang mudah memberikan pinjaman, tetapi suku bunga kreditnya sangat tinggi sehingga pengusaha takut," katanya.(*)